Langsung ke konten utama
*AKIBAT DOSA HARUS DITANGGUNG SENDIRI*

Baca:  Yehezkiel 18:1-32

"Orang yang berbuat dosa, itu yang harus mati. Anak tidak akan turut menanggung kesalahan ayahnya dan ayah tidak akan turut menanggung kesalahan anaknya."  Yehezkiel 18:20a

Pada zaman perjalanan bangsa Israel ada yang namanya konsep dosa komunal, yaitu jika seorang melakukan dosa atau pelanggaran maka akibatnya akan ditanggungkan kepada seluruh keluarga atau keturunannya, dan bahkan suatu bangsa akan terkena dampak atau akibatnya.  Salah satu contohnya adalah pelanggaran yang dilakukan oleh Akhan.  Karena telah menyimpan barang-barang yang dikhususkan bagi Tuhan, Akhan dan seluruh anggota keluarganya, termasuk ternaknya, dibinasakan oleh Tuhan  (baca Yosua 7:20-26).  "...karena Akhan bin Karmi bin Zabdi bin Zerah, dari suku Yehuda, mengambil sesuatu dari barang-barang yang dikhususkan itu. Lalu bangkitlah murka TUHAN terhadap orang Israel."  (Yosua 7:1), sehingga mereka pun dipukul kalah oleh orang-orang Ai.

     Namun dalam firman Tuhan hari ini Tuhan mengajarkan sebuah konsep yang harus dipahami oleh semua orang percaya adalah bahwa setiap orang bertanggung jawab sendiri atas dosa yang diperbuatnya.  Artinya setiap orang yang melakukan dosa atau melanggar firman Tuhan haruslah menanggung sendiri akibat perbuatannya tersebut.  Peringatan keras ini perlu disampaikan supaya kita tidak main-main dengan dosa, sebab sekecil apa pun dosa adalah kebencian di mata Tuhan.  Di hadapan manusia mungkin kita bisa menyembunyikan dosa, tetapi  "...tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab."  (Ibrani 4:13).

     Karena itu  "Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu." (Galatia 6:7-8).  Selagi masih ada waktu dan kesempatan marilah kita hidup dalam pertobatan setiap hari.

"...setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal,"  Ibrani 2:2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

*DAMAI SEJAHTERA: Buah Ketaatan* Baca:  Mazmur 29:1-11 "TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!"  Mazmur 29:11 Apa mungkin orang hidup dalam damai sejahtera di tengah dunia yang penuh dengan gejolak ini?  Secara akal manusia hal itu tak mungkin.  Akan tetapi bagi setiap orang percaya, hidup dalam damai sejahtera itu bukanlah perkara yang mustahil, sebab ada tertulis:  "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"  (Markus 9:23).  Mengapa?  Ketika seseorang percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka secara otomatis ia juga menerima Sang Raja Damai  (Yesaya 9:5).  Damai sejahtera yang sejati hanya dirasakan dan dialami oleh mereka yang telah diperdamaikan dengan Bapa melalui kelahiran baru di dalam Kristus, dan damai sejahtera yang diterimanya adalah damai sejahtera yang jauh melampaui segala akal  (Filipi 4:7).      Dam...