Langsung ke konten utama
*BUANG SEMUA BERHALA*

Baca:  Yehezkiel 20:30-44

"Apakah kamu menajiskan dirimu juga dengan cara hidup nenek moyangmu dan berzinah dengan mengikuti dewa-dewanya yang menjijikkan?"  Yehezkiel 20:30

Hari ini banyak orang yang mengikuti Kristus tetapi masih menyimpan berhala atau memiliki berhala-berhala dalam hidupnya.  Memang setiap Minggu mereka masih rajin pergi ke gereja, namun sesungguhnya ia mencintai hartanya lebih dari cintanya kepada Tuhan.  Hati mereka telah terpaut kepada harta.  "...di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada."  (Matius 6:21).  Padahal Alkitab jelas menyatakan:  "Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."  (Matius 6:24).  Ada pula mereka yang tampak aktif melayani pekerjaan Tuhan, namun sesungguhnya mereka melakukannya bukan untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan, tetapi untuk dilihat orang, dipuji, dihormati dan memiliki reputasi baik di mata orang-orang di sekitarnya.  Sesungguhnya mereka telah memberhalakan dirinya sendiri.

     Bangsa Israel adalah bangsa pilihan Tuhan, yang dikuduskan untuk menjadi umat yang beribadah kepada-Nya.  Namun ketika melihat kehidupan bangsa-bangsa lain yang menyembah kepada berhala mereka pun terpengaruh dan akhirnya hati mereka menjadi bercabang dua:  kepada Tuhan dan juga berhala.  Artinya mereka tidak meninggalkan Tuhan sepenuhnya, tapi mereka juga menyembah kepada berhala-berhala.  Tak terhitung banyaknya Tuhan menegur dan memperingatkan, sebentar saja bertobat tapi kemudian berbalik lagi kepada berhala.  Bagaimana rasanya jika orang yang kita kasihi telah mendua atau berpaling kepada yang lain?  Kita pasti merasa cemburu dan hati ini terasa sakit.  Tuhan sangat membenci umat-Nya yang bercabang hati.  "...mereka menimbulkan sakit hati-Ku dengan berhala mereka. "(Ulangan 32:21).  Berhala adalah kejijikan dan kekejian di mata Tuhan, dan Ia memandang umat yang melakukannya sebagai kenajisan.

     Berhala-berhala zaman ini memiliki berbagai macam bentuk.  Berhala adalah segala hal yang menggeser posisi Tuhan sebagai penguasa hati dan hidup kita.  Uang, kekayaan, jabatan, bisnis, bahkan koran, gadget dan sebagainya dapat menjadi berhala ketika semuanya itu menjadi lebih utama daripada Tuhan dan menyita sebagian besar waktu dalam hidup kita, sampai-sampai kita tak punya waktu lagi untuk Tuhan.

Buang dan singkirkan berhala-berhala yang selama ini menjadi kebencian Tuhan!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

*DAMAI SEJAHTERA: Buah Ketaatan* Baca:  Mazmur 29:1-11 "TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!"  Mazmur 29:11 Apa mungkin orang hidup dalam damai sejahtera di tengah dunia yang penuh dengan gejolak ini?  Secara akal manusia hal itu tak mungkin.  Akan tetapi bagi setiap orang percaya, hidup dalam damai sejahtera itu bukanlah perkara yang mustahil, sebab ada tertulis:  "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"  (Markus 9:23).  Mengapa?  Ketika seseorang percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka secara otomatis ia juga menerima Sang Raja Damai  (Yesaya 9:5).  Damai sejahtera yang sejati hanya dirasakan dan dialami oleh mereka yang telah diperdamaikan dengan Bapa melalui kelahiran baru di dalam Kristus, dan damai sejahtera yang diterimanya adalah damai sejahtera yang jauh melampaui segala akal  (Filipi 4:7).      Dam...