Langsung ke konten utama
*DAMAI SEJAHTERA SEJATI MILIK ORANG BENAR* [2]

Baca:  Yohanes 14:15-31

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu."  Yohanes 14:27

Ketika diperhadapkan dengan masalah, yang seringkali timbul di pikiran adalah hal-hal negatif  (marah, kecewa, stres, mengasihani diri sendiri dan sebagainya).  Hal itu membuat kita merasa lelah dan kehilangan damai sejahtera.  Rasul Paulus menasihati,  "...saudara-saudara, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap didengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semuanya itu."  (Filipi 4:8).  Kita akan mengalami damai sejahtera yang sejati ketika pikiran kita dipenuhi dengan hal-hal yang positif  (sesuai firman Tuhan).

     Milikilah penyerahan diri penuh kepada Tuhan.  Berserah kepada Tuhan berarti menempatkan kehendak Tuhan sebagai yang terutama, meminta petunjuk Tuhan jalan apa yang harus kita ambil di tengah pergumulan yang kita hadapi.  Orang yang berserah kepada Tuhan melangkah dan bertindak sesuai kehendak Tuhan.  Pada saat itulah Tuhan akan bertindak, menuntun kita kepada kemenangan dan memberikan damai sejahtera-Nya. "Serahkanlah hidupmu kepada TUHAN dan percayalah kepada-Nya, dan Ia akan bertindak; Ia akan memunculkan kebenaranmu seperti terang, dan hakmu seperti siang."  (Mazmur 37:5-6).  Kita akan mengalami damai sejahtera yang sejati jika kita selalu mengarahkan pandangan kepada Tuhan dan janji firman-Nya.  Seringkali kita kehilangan damai sejahtera karena kita terfokus kepada hal-hal yang tampak secara kasat mata, pikiran kita hanya tertuju kepada masalah.  Celah itu dimanfaatkan Iblis untuk menanamkan benih-benih kekecewaan, ketidakpercayaan, keraguan, keputusasaan dan sebagainya.  Iblis selalu berusaha mengalihkan arah pandang kita supaya pandangan kita tidak fokus ke depan, melainkan menoleh ke belakang dan mengingat-ingat masa lalu.

     Belajarlah seperti rasul Paulus:  "Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal."  (2 Korintus 4:18), dan tetap mengarahkan pandangan ke depan  (Filipi 3:13-14).

"Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus."  Filipi 4:7

Komentar

Postingan populer dari blog ini

*DAMAI SEJAHTERA: Buah Ketaatan* Baca:  Mazmur 29:1-11 "TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!"  Mazmur 29:11 Apa mungkin orang hidup dalam damai sejahtera di tengah dunia yang penuh dengan gejolak ini?  Secara akal manusia hal itu tak mungkin.  Akan tetapi bagi setiap orang percaya, hidup dalam damai sejahtera itu bukanlah perkara yang mustahil, sebab ada tertulis:  "Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!"  (Markus 9:23).  Mengapa?  Ketika seseorang percaya dan menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat, maka secara otomatis ia juga menerima Sang Raja Damai  (Yesaya 9:5).  Damai sejahtera yang sejati hanya dirasakan dan dialami oleh mereka yang telah diperdamaikan dengan Bapa melalui kelahiran baru di dalam Kristus, dan damai sejahtera yang diterimanya adalah damai sejahtera yang jauh melampaui segala akal  (Filipi 4:7).      Dam...